Sunday, March 15, 2009

memandang dari sisi lain

Melihat dari sisi lain…

Beberapa waktu yang lalu saya berbicara dengan teman saya. Dia berbicara mengenai see from other side of point of view atau memandang dari sisi lain.

Seperti hari ini, saya sedang mengobrol dengan pasangan saya untuk membicarakan mengenai buku yang baru saja saya beli, dan secara tidak sadar saya mengatakan kalau membaca novel tidak lebih daripada hiburan belaka. Kontan saja pasangan saya tidak setuju karena novel itu tidak melulu isinya mengenai hiburan. Memang sih novel itu ditujukan untuk hiburan tetapi di dalamnya terkandung nilai-nilai yang memang ditujukan kepada pembacanya. Hal itu yang tidak saya perhatikan dan hal itu yang menyadarkan saya untuk melihat dari sisi lain pada setiap keadaan atau situasi.

Saya itu punya kebiasaan untuk men-judge sesuatu secara langsung (jelas ini salah sih, lambat untuk berkata-kata tapi cepat untuk mikir bukan ngomong…hehehe)

Jadi pas tadi saya mendengar respon dari pasangan saya, saya jadi teringat sama omongan temen saya beberapa waktu lalu itu…

Sudah saatnya kita belajar untuk melihat sesuatu tidak dari cara pandang kita tetapi kita harus belajar untuk melihat dari cara pandang orang lain.

At least cara pandang ini membuat kita lebih dewasa ketika melihat suatu keadaan dan situasi karena kita ga langsung menghakimi suatu keadaan.

Melihat dari sisi pandang yang lain itu tidaklah mudah karena kecenderungan kita untuk langsung *brukk* hajar bleh aja tuh keadaan sesuai dengan pandangan kita.

Emang sih tidak ada yang salah dengan cara pandang tetapi alakah bijaksananya jika kita melihat dari sisi yang lain barulah kita menyimpulkannya.

Bagaimana, setuju?

Hayu atuh kita coba…

Saturday, November 22, 2008

you changed!!!!

people change...

itu pendapat yang sering kita dengar mengenai orang lain atau diri kita sendiri setalah lama tidak saling berjumpa.

perubahan yang ada pada tiap-tiap orang itu bisa terjadi karena situasi di sekitarnya.pribadi itu yang meresponi situasi dan keadaan berkolaborasi dengan prinsip dirinya serta pendapat dari orang lain.

perubahan itu sendiri bisa positif dan negatif tergantung bagaimana respon pribadi tersebut.

baguslah jika perubahan itu kpada arah yang lebih baik, jika yang terjadi sebaliknya?apa yang harus dilakukan.

sering kali, perubahan pada sebuah pribadi itu tidak disadari oleh pribadi tersebut, orang-orang yang disekitarnyalah yang menyadarinya.

perubahan itu entah baik atau buruk lebih banyak tergantung kepada keputusannya pribadi tersebut, pola pikir dan cara pandangnya.

orang berubah, cenderung mengarah kepada cara pikirnya. perubahan bisa dilakukan hanya melalui cara pikirnya.

saya lupa pernah baca dimana, tapi kata-katanya kurang lebih seperti ini,
" bagaimana orang bisa dinilai berbahagia? orang akan disebut berbahagia jika dia berpikir dirinya bahagia ".

dan ada lagi kata-kata seperti ini, "you are what you're thinking".

jadi.... semua tiu berbalik kepada bagaimana cara berpikirmu.
if in your mind you were thinking failed, it was failed but if you thought reverse so it was...

jadi mulai sekarang kenapa tidak kita berpikir sesuatu yang baik jika keputusan untuk menjadi baik atau buruk dimulai dari diri kita sendiri...

berubah sekali lagi berubah

aku sudah tidak tahu mau nulis apa lagi. apa yang ada di dalam hati ini sulit untuk dikeluarkan hanya bisa menarik nafas panjang dan mengelus dada.
pengertian, itu yang harusnya diperlukan tetapi sulit sekali untuk merubah cara berpikir kita ini menjadi suatu pengertian yang baik adanya. auban, atau keras kepala, mungkin itu yang saat ini terjadi. suatu pergumulan untuk berubah atau tetap auban...
sekali lagi aku menghela nafas panjang, sulit sekali meski merubah hal tersebut itu mudah hanya seperti membalikan tangan saja, that's it.

tetapi mengapa sulit sekali...
'Oh God, why should this happen?'
adalah suatu salah besar untuk aku merubah orang lain.
"itu betul', pasti ada orang yang mengatakan hal tersebut.

pengertian sekali lagi pengertian.
aku hanya ingin memberi, memberi dengan tulus hati tanpa pamrih tetapi hal itu tidak bisa diterima dengan alasan tidak mau terbiasa diberi...
apa yang harus aku lakukan selanjutnya? tidak memberi? that's not my type, sekali lagi auban.
berubah, sekali lagi berubah. ya itu saja deh...

tapi kok susah banget ya. masalahnya bukan bisa dan tidak bisa tetapi adalah mau atau tidak mau...

aku tetapi mau bisa diterima atau tidak...
aku masu belum mau untuk berubah, itu saja sih...
mungkin aku perlu waktu untuk berpikir...

huahahahaha...berpikir untuk apa?jalan saja bapak!!!
Just Do It!!! like Nike Air...

maybe I should take my time that's all

Thursday, November 20, 2008

P3ngam3n

hari ini saya sedang menggunakan fasilitas umum, alias bis umum.
Seperti biasalah, ada pengamen, tapi karena bis umum yang saya gunakan mempunyai jarak tempuh 30 menitan lah. So kalian bisa tahu dong bagaimana lamanya orang itu akan bernyanyi menghibur penumpang.
Saya memang tertidur ayam, alias tidur tapi tetap mendengar sang pengamen menghibur .
Saat tibanya turun, saya secara tidak sengaja berpapasan dengan sang pengamen.
Saya pun menyapanya sambil bertanya apakah dia hendak kembali lagi, dan ternyata dia memang kembali lagi.
Pengamen itu sudah mengamen sejak SMP kelas 2 hingga saat ini dia sudah berumur 18 tahun dan seperti kita tahu dia masih mengamen. Ia masih bersekolah kelas 1 SMU, dan dia menyadari pentingnya dari sekolah oleh karena itu dia tetap mengamen untuk membiayai sekolahnya.
Saat itu saya tersadar betapa sulit pengamen itu harus berjuang untuk bisa tetap meraih ilmu dengan mengamen.
Kita sering kali membuang uang untuk membeli barang dengan jumlah besar demi status dan gengsi, sementara banyak orang yang kesusah untuk kelangsungan hidup mereka baik itu pemenuhan akan ‘kampung tengah’ alias pangan, sandang dan papan.
Saya berpikir apakah ada yang bisa kita lakukan dengan memberikan sedikit dari pendapatan kita untuk orang lain sehingga orang lain bisa turut bahagia dalam hidupnya.
Menolong, membantu orang lain tanpa pamrih.
Jika bangsa ini adalah bangsa yang besar, besar dengan kebesaran hatinya, mau menolong, memikirkan kepentingan orang lain..
Mungkin krisis negara ini akan lebih cepat berlalu bukan berlarut-larut…
Apakh perlu mengganti sistim negara ini?
Sudah pasti tidak, bukan sistim yang salah tetapi cara pandang orang-orangnya yang harus dirubah. Itu saja.
Belajar perduli, itu kuncinya. Coba hilangkan keegoisan diri.
Gampang kah? Tidak mudah karena kita harus melawan diri kita sendiri.
Kita tidak melawan orang lain tetapi kita melawan diri kita sendiri, ego kita.
Jadi? apakah kita mau memberi?
Pilihan itu ada pada kita masing-masing… pikirkanlah hal itu

Thursday, November 13, 2008

Mencintai

Manis…
Menyenangkan…
Loveable…
Adorable…

Tak ada kata yang dapat diucapkan lagi…
Getaran kencang di dada
Menghujam keluar
Menampakan diri kepada dunia

Hanya kepada siapa itu akan tampak
Dunia tidak mengerti
Hanya melihat dan berlalu

Getaran mengetarkan jiwa
Keluar dari asa

Hanya kepada yang tercinta
Getaran itu dapat dibagi
Dan diberikanur

Betapa aku ingin bersamamu
O kekasihku
Kulihat diri berlari di antara pohon anggur
Aku menyelusup mengejar
Mengejar dan memelukmu erat
Mencium ungkapan cinta kasihku

Betapa ku mencintaimu

Monday, October 27, 2008

k4n63n

hari itu hanyalah hari biasa
seperti hari-hari yang telah lewat

memang sih, ada aktivitas baru
seperti mengunjungi 'teman' tetapi rutin
namum,
saat lalu hal itu tidak dilakukan
ternyata...

seperti ada suatu hal yang hilang saja

bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan,
selain tidur dan baca

bohong jika tidak ada sesuatu
tetapi hati yang berbicara

antara gundah dan kangen
bingungmau seperti apa lagi
nothing else I could do
make a phone call?
send an sms

semua sudah dilakukan sampe bingung apa lagi yang harus dilakukan
kangen itu kata yang seharusnya dituliskan

jujur aku kangen denganmu
tak ada lagi yang aku bisa lakukan selain 'menikmati' rasa kangen ini
ingin rasa memeluk asa
membelai helai rambutmu
mencium keningmu
dan memelukmu

hanya untuk mengekspresikan rasa kangen itu
suatu rasa yang sulit untuk bisa dinyatakan dalam kata-kata
hanya dengan ekspresi wajah dan tingkah

i miss u honey

Saturday, October 25, 2008

hubungan

apa yang dicari dalam suatu hubungan pacaran.


Apakah seorang laki2 akan berhenti mengejar ketika sudah jadian?


adalah sifat seorang laki2 berburu,

begitu pula ketika 'berburu' seorang wanita.


'apakah kamu akan berhenti mengejar aku setelah jadian?'

pertanyaan itu diajukan oleh teman wanitaku.

saat itulah aku (baru) berpikir bahwa...

hubungan tidak hanya sekedar kejar mengejar utk mendapatkan hati dan cinta.


Hubungan berbicara mengenai usaha utk mencintai.

Usaha utk memberi bukan menerima

menghibur bukan dihibur....


Aku baru menyadari kalo

hubungan tdk hanya sekadar jadian atau tunangan dan bahkan perkawinan

tetapi...

lebih daripada itu.


Hubungan adalah suatu perjuangan akan memberi cinta pada pasangan...

perjuangan yang mana merupakan suatu kata aktif,

aktif untuk mengusahakan untuk membuat cinta dalam suatu hubungan

tetap terpelihara dengan baik.

Cinta memang utk dinikmati tetapi cinta itu untuk diusahakan

jadi jika ingin suatu hubungan itu langgeng,

usahakanlah!!!


thank you for your inspiration Afi