|
Followers
Tuesday, May 28, 2013
aldi sadana's invitation is awaiting your response
Tuesday, May 21, 2013
Invitation to connect on LinkedIn
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Monday, February 25, 2013
Reminder about your invitation from aldi sadana
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Monday, February 18, 2013
aldi sadana is still waiting for you to join LinkedIn
|
Wednesday, February 13, 2013
Invitation to connect on LinkedIn
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Monday, November 07, 2011
Proses
Hari ini sama saja seperti hari-hari sebelumnya hanya saja tidak ada aktifitas yang disebut sebagai pekerjaan. Jika mau sih benernya mah ada kerjaan,tetapi ada kondisi yang kurang menyenangkan sehingga aktifitas yang seharusnya menyenangkan tersebut menjadi sesuatu yang kurang menyenangkan.
Pekerjaannya menyenangkan begitu pula dengan bagian-bagian dari pekerjaannya tetapi lebih kepada faktor yang bersifat peubah itu yang agak sulit untuk ditolerir. Peubah ini sama seperti diriku, mempunyai perasaan dan juga semua yang bersifat manusia hanya saja dia ini cukup spesial sehingga perlu perlakuan khusus yang perlu tindakan lanjutan.
Ego, itu yang sangat mengganggu aku untuk ibsa bertindak lebih lanjut. Kecewa, tersinggung, dan emosi karena bagian dari manusia yang disebut sebagai ego tersebut 'tersentil'.
Kehidupan itu seperti bermain selancar yaitu selalu berada di atas ombak meski untunk bisa sampai di atas ombak itu perlu waktu dan proses dengan selalu berada di bawah bahkan terlibas oleh ombaknya. Berada di atas ombak berarti 'kita' yang mengatur semuanya sesuai dengan keingin dan kemauan kita. Sekali lagi, semua ini adalah proses yang perlu waktu, kesabaran, kebesaran hati, keulatan dan pengendalian diri. Proses adalah sesuatu yang hanya bisa dijalanin bukan sesuatu yang instan seperti mie instan atau kopi instan.
Jalanin proses ini, dengan segala kebesaran hati dan segala hal guna bisa mengendalikan semuanya.
Pekerjaannya menyenangkan begitu pula dengan bagian-bagian dari pekerjaannya tetapi lebih kepada faktor yang bersifat peubah itu yang agak sulit untuk ditolerir. Peubah ini sama seperti diriku, mempunyai perasaan dan juga semua yang bersifat manusia hanya saja dia ini cukup spesial sehingga perlu perlakuan khusus yang perlu tindakan lanjutan.
Ego, itu yang sangat mengganggu aku untuk ibsa bertindak lebih lanjut. Kecewa, tersinggung, dan emosi karena bagian dari manusia yang disebut sebagai ego tersebut 'tersentil'.
Kehidupan itu seperti bermain selancar yaitu selalu berada di atas ombak meski untunk bisa sampai di atas ombak itu perlu waktu dan proses dengan selalu berada di bawah bahkan terlibas oleh ombaknya. Berada di atas ombak berarti 'kita' yang mengatur semuanya sesuai dengan keingin dan kemauan kita. Sekali lagi, semua ini adalah proses yang perlu waktu, kesabaran, kebesaran hati, keulatan dan pengendalian diri. Proses adalah sesuatu yang hanya bisa dijalanin bukan sesuatu yang instan seperti mie instan atau kopi instan.
Jalanin proses ini, dengan segala kebesaran hati dan segala hal guna bisa mengendalikan semuanya.
Sunday, August 22, 2010
Komunikasikanlah
Saya tidak tahu harus menuliskan hal apa saat ini. Hari ini, Sabtu 21 Agustus 2010 jam 11.24 pm alias jam 23.24. hmm… jam cukup bagus, berurutan..huahahahahha… saya sudah mulai melenceng sementara jam terus berdetik menuju pergantian hari sepertia biasa.
Permainan dari FaraƵ, Conte dan Durham dalam lagu “Love is a Many Splendored Thing”, kebetulan sekali saya sedang mau menuliskan mengenai kehidupan percintaan. Saya sepertinya ingin tertawa mengenai hal ini, karena saya sendiri masih mengarungi, apakah cinta itu?
Minggu ini, saya mengalami banyak hal dalam kehidupan percintaan, baik itu kehidupan percintaan saya maupun orang lain. Saya sebenarnya hanya mendengar saja mengenai kehidupan percintaan orang lian sih bukan saya mengalami sendiri kehidupan itu sendiri. Yah sudah jelas lah yah…masa saya menjalani kehidupan orang lain… itu namanya…hmm… apa ya teman-teman…. Huahahahahah
Saya bercerita dengan penuh gerutu dan rasa tidak puas dengan kehidupan percintaan saya karena…. Seorang teman saya berkata, ‘lo mustinya bisa terima donk pasangan lo apa adanya…’ blablabla….
Seperti saya sudah katakan di atas, saya sendiri masih mengarungi kehidupan dengan sub topik kehidupan percintaan.
Apa sih yang namanya cinta? Ketika lo pada sudah mulai teringat pada si dia, pada waktu makan inget dia? Waktu mo tidur, mikirin si dia lagi ngapain ya… lagi pake apa aja ya?? (waks…ini ga boleh ya… huahahahaha)
Besok paginya, bangun cek bbm or YM or apapun juga yang bisa konek sama si dia. Selamat pagi sayang…senyumanmu membangunkan jiwa aku….huahahahahha, geli sendiri saya menuliskan hal ini tetapi benar kan...
Sampe di kantor, sekolah, kampus or apapun juga itu namanya selalu ngabarin, ‘aku sudah sampai nih..kamu gmana?sdh sampe???met kerja ya… (trs pake message kiss bye on air, muah…muah..muah)
Begitu pula dengan pas menjelang makan siang.. pokoknya setiap ada kejadian atawa situasi or kondisi yang emang bisa dikabarin yah dikabarin bahkan sampe nulis di wall atau status di FB kek or di twitter pokoknya semua yang bisa menyiarkan semuanya dipake dah…bener tidak…
Itu semua kan situasi saat jatuh cintrong..bener tidak????
Bagaimana jika keadaannya sebaliknya?
” Lebih baik gua kabur aja deh. Kalo ada pintu ajaib doraemon gua peijem terus ngilang deh. Ke Mars ke or ke Bulan. Yang penting gua bisa ngilang”
“ Ga sudi gua liat mukanya lagi…iiillll feel gua…. Ga usah lo tanya-tanya gua lagi dah!!!!!!!!!!!!!!”
“ mati ke laut kek..mau ke Bulan kek..gua ga perduli….emang dia aja yang bisa begitu!!!”
“ Siapa dia!! Bisa atur-atur gua seenak jidat (padahal tuh jidat kaga ada salahnya tapi di bawa-bawa, kasian) Huh!!!! Males gua….Awas lo ya tanya-tanya gua lagi!!! “
Kurang lebih seperti itulah ekspresinya orang-orang yang sudah tidak jatuh cinta lagi, mungkin… banyal hal lah… Jengah sama sikap pasangannya, entah bosen ( Wah gawat pisan ini mah…), selingkuh ( Kata orang enak kalo tidak ketahuan tapi kebangetan dan kurang ajar!!!), ilfill alias ilang filing, entah filing coklat apa keju atau kacang.
“ Lho, lo emangnya ga pikirin dulu sebelum putus?”, itu pertanyaan yang diutarakan oleh teman kita terus dijawablah begini.
“ Heh, gua ini udah usaha sampe 200% ya!!! Gua udah ngomongin sama dia tapi ga bisa juga ya udah deh… Cape gua sama hal ini jadi gua putus aja!!”
“ Gua udah coba dari taon lalu tapi ga ada tuh perubahan dari dia. Yang ada gua yang cape sendiri sampe mo mati ( Lho, kok mati dibawa-bawa padahal kalo lewat kuburan ketakutannya sampe pucat tuh mukanya saking takutnya) rasanya.”
Pertanyaan selanjutanya, “ Lo udah omongin semuanya sama dia belum?” dan jawabannya biasanya seperti ini,
“ Wah… udah kok…” Biasanya rada ragu tuh jawabnya.
“ Belum, udah kepalang emosi ya udah deh…”
Saya kira saya juga belum berpengalaman mengenai hal ini tetapi adalah baik jika ada sesuatu dibicarakan dahulu untuk mencari penyelesaiannya. Jika kita sudah tidak bisa menemukan penyelesaiannya barulah masuk ke tahap selanjutnya entah masa perbaikan atau akhiri semuanya…
Kita masih belum mengerti akan seperti apa akhirnya sih. Jika ternyata pada kenyataannya harus disudahi mau bagaimana lagi tetapi jika masih ada kemungkinan perubahan dan menjadi lebih kenapa tidak.
Kesempatan untuk perbaikan meski dalam jangka waktu tertentu itu harus tetap dilakukan untuk keadilan kedua belah pihak.
Bagaimana ? apakah kita mau mencoba mencari jalan tengah dari konflik, hhmm.. mungkin perbedaan kata yang lebih tepatnya, dari semua hubungan yang ada ini?
Komunikasikanlah semuanya… Mari…..
Permainan dari FaraƵ, Conte dan Durham dalam lagu “Love is a Many Splendored Thing”, kebetulan sekali saya sedang mau menuliskan mengenai kehidupan percintaan. Saya sepertinya ingin tertawa mengenai hal ini, karena saya sendiri masih mengarungi, apakah cinta itu?
Minggu ini, saya mengalami banyak hal dalam kehidupan percintaan, baik itu kehidupan percintaan saya maupun orang lain. Saya sebenarnya hanya mendengar saja mengenai kehidupan percintaan orang lian sih bukan saya mengalami sendiri kehidupan itu sendiri. Yah sudah jelas lah yah…masa saya menjalani kehidupan orang lain… itu namanya…hmm… apa ya teman-teman…. Huahahahahah
Saya bercerita dengan penuh gerutu dan rasa tidak puas dengan kehidupan percintaan saya karena…. Seorang teman saya berkata, ‘lo mustinya bisa terima donk pasangan lo apa adanya…’ blablabla….
Seperti saya sudah katakan di atas, saya sendiri masih mengarungi kehidupan dengan sub topik kehidupan percintaan.
Apa sih yang namanya cinta? Ketika lo pada sudah mulai teringat pada si dia, pada waktu makan inget dia? Waktu mo tidur, mikirin si dia lagi ngapain ya… lagi pake apa aja ya?? (waks…ini ga boleh ya… huahahahaha)
Besok paginya, bangun cek bbm or YM or apapun juga yang bisa konek sama si dia. Selamat pagi sayang…senyumanmu membangunkan jiwa aku….huahahahahha, geli sendiri saya menuliskan hal ini tetapi benar kan...
Sampe di kantor, sekolah, kampus or apapun juga itu namanya selalu ngabarin, ‘aku sudah sampai nih..kamu gmana?sdh sampe???met kerja ya… (trs pake message kiss bye on air, muah…muah..muah)
Begitu pula dengan pas menjelang makan siang.. pokoknya setiap ada kejadian atawa situasi or kondisi yang emang bisa dikabarin yah dikabarin bahkan sampe nulis di wall atau status di FB kek or di twitter pokoknya semua yang bisa menyiarkan semuanya dipake dah…bener tidak…
Itu semua kan situasi saat jatuh cintrong..bener tidak????
Bagaimana jika keadaannya sebaliknya?
” Lebih baik gua kabur aja deh. Kalo ada pintu ajaib doraemon gua peijem terus ngilang deh. Ke Mars ke or ke Bulan. Yang penting gua bisa ngilang”
“ Ga sudi gua liat mukanya lagi…iiillll feel gua…. Ga usah lo tanya-tanya gua lagi dah!!!!!!!!!!!!!!”
“ mati ke laut kek..mau ke Bulan kek..gua ga perduli….emang dia aja yang bisa begitu!!!”
“ Siapa dia!! Bisa atur-atur gua seenak jidat (padahal tuh jidat kaga ada salahnya tapi di bawa-bawa, kasian) Huh!!!! Males gua….Awas lo ya tanya-tanya gua lagi!!! “
Kurang lebih seperti itulah ekspresinya orang-orang yang sudah tidak jatuh cinta lagi, mungkin… banyal hal lah… Jengah sama sikap pasangannya, entah bosen ( Wah gawat pisan ini mah…), selingkuh ( Kata orang enak kalo tidak ketahuan tapi kebangetan dan kurang ajar!!!), ilfill alias ilang filing, entah filing coklat apa keju atau kacang.
“ Lho, lo emangnya ga pikirin dulu sebelum putus?”, itu pertanyaan yang diutarakan oleh teman kita terus dijawablah begini.
“ Heh, gua ini udah usaha sampe 200% ya!!! Gua udah ngomongin sama dia tapi ga bisa juga ya udah deh… Cape gua sama hal ini jadi gua putus aja!!”
“ Gua udah coba dari taon lalu tapi ga ada tuh perubahan dari dia. Yang ada gua yang cape sendiri sampe mo mati ( Lho, kok mati dibawa-bawa padahal kalo lewat kuburan ketakutannya sampe pucat tuh mukanya saking takutnya) rasanya.”
Pertanyaan selanjutanya, “ Lo udah omongin semuanya sama dia belum?” dan jawabannya biasanya seperti ini,
“ Wah… udah kok…” Biasanya rada ragu tuh jawabnya.
“ Belum, udah kepalang emosi ya udah deh…”
Saya kira saya juga belum berpengalaman mengenai hal ini tetapi adalah baik jika ada sesuatu dibicarakan dahulu untuk mencari penyelesaiannya. Jika kita sudah tidak bisa menemukan penyelesaiannya barulah masuk ke tahap selanjutnya entah masa perbaikan atau akhiri semuanya…
Kita masih belum mengerti akan seperti apa akhirnya sih. Jika ternyata pada kenyataannya harus disudahi mau bagaimana lagi tetapi jika masih ada kemungkinan perubahan dan menjadi lebih kenapa tidak.
Kesempatan untuk perbaikan meski dalam jangka waktu tertentu itu harus tetap dilakukan untuk keadilan kedua belah pihak.
Bagaimana ? apakah kita mau mencoba mencari jalan tengah dari konflik, hhmm.. mungkin perbedaan kata yang lebih tepatnya, dari semua hubungan yang ada ini?
Komunikasikanlah semuanya… Mari…..
Subscribe to:
Posts (Atom)