Followers

Saturday, November 22, 2008

berubah sekali lagi berubah

aku sudah tidak tahu mau nulis apa lagi. apa yang ada di dalam hati ini sulit untuk dikeluarkan hanya bisa menarik nafas panjang dan mengelus dada.
pengertian, itu yang harusnya diperlukan tetapi sulit sekali untuk merubah cara berpikir kita ini menjadi suatu pengertian yang baik adanya. auban, atau keras kepala, mungkin itu yang saat ini terjadi. suatu pergumulan untuk berubah atau tetap auban...
sekali lagi aku menghela nafas panjang, sulit sekali meski merubah hal tersebut itu mudah hanya seperti membalikan tangan saja, that's it.

tetapi mengapa sulit sekali...
'Oh God, why should this happen?'
adalah suatu salah besar untuk aku merubah orang lain.
"itu betul', pasti ada orang yang mengatakan hal tersebut.

pengertian sekali lagi pengertian.
aku hanya ingin memberi, memberi dengan tulus hati tanpa pamrih tetapi hal itu tidak bisa diterima dengan alasan tidak mau terbiasa diberi...
apa yang harus aku lakukan selanjutnya? tidak memberi? that's not my type, sekali lagi auban.
berubah, sekali lagi berubah. ya itu saja deh...

tapi kok susah banget ya. masalahnya bukan bisa dan tidak bisa tetapi adalah mau atau tidak mau...

aku tetapi mau bisa diterima atau tidak...
aku masu belum mau untuk berubah, itu saja sih...
mungkin aku perlu waktu untuk berpikir...

huahahahaha...berpikir untuk apa?jalan saja bapak!!!
Just Do It!!! like Nike Air...

maybe I should take my time that's all

Thursday, November 20, 2008

P3ngam3n

hari ini saya sedang menggunakan fasilitas umum, alias bis umum.
Seperti biasalah, ada pengamen, tapi karena bis umum yang saya gunakan mempunyai jarak tempuh 30 menitan lah. So kalian bisa tahu dong bagaimana lamanya orang itu akan bernyanyi menghibur penumpang.
Saya memang tertidur ayam, alias tidur tapi tetap mendengar sang pengamen menghibur .
Saat tibanya turun, saya secara tidak sengaja berpapasan dengan sang pengamen.
Saya pun menyapanya sambil bertanya apakah dia hendak kembali lagi, dan ternyata dia memang kembali lagi.
Pengamen itu sudah mengamen sejak SMP kelas 2 hingga saat ini dia sudah berumur 18 tahun dan seperti kita tahu dia masih mengamen. Ia masih bersekolah kelas 1 SMU, dan dia menyadari pentingnya dari sekolah oleh karena itu dia tetap mengamen untuk membiayai sekolahnya.
Saat itu saya tersadar betapa sulit pengamen itu harus berjuang untuk bisa tetap meraih ilmu dengan mengamen.
Kita sering kali membuang uang untuk membeli barang dengan jumlah besar demi status dan gengsi, sementara banyak orang yang kesusah untuk kelangsungan hidup mereka baik itu pemenuhan akan ‘kampung tengah’ alias pangan, sandang dan papan.
Saya berpikir apakah ada yang bisa kita lakukan dengan memberikan sedikit dari pendapatan kita untuk orang lain sehingga orang lain bisa turut bahagia dalam hidupnya.
Menolong, membantu orang lain tanpa pamrih.
Jika bangsa ini adalah bangsa yang besar, besar dengan kebesaran hatinya, mau menolong, memikirkan kepentingan orang lain..
Mungkin krisis negara ini akan lebih cepat berlalu bukan berlarut-larut…
Apakh perlu mengganti sistim negara ini?
Sudah pasti tidak, bukan sistim yang salah tetapi cara pandang orang-orangnya yang harus dirubah. Itu saja.
Belajar perduli, itu kuncinya. Coba hilangkan keegoisan diri.
Gampang kah? Tidak mudah karena kita harus melawan diri kita sendiri.
Kita tidak melawan orang lain tetapi kita melawan diri kita sendiri, ego kita.
Jadi? apakah kita mau memberi?
Pilihan itu ada pada kita masing-masing… pikirkanlah hal itu

Thursday, November 13, 2008

Mencintai

Manis…
Menyenangkan…
Loveable…
Adorable…

Tak ada kata yang dapat diucapkan lagi…
Getaran kencang di dada
Menghujam keluar
Menampakan diri kepada dunia

Hanya kepada siapa itu akan tampak
Dunia tidak mengerti
Hanya melihat dan berlalu

Getaran mengetarkan jiwa
Keluar dari asa

Hanya kepada yang tercinta
Getaran itu dapat dibagi
Dan diberikanur

Betapa aku ingin bersamamu
O kekasihku
Kulihat diri berlari di antara pohon anggur
Aku menyelusup mengejar
Mengejar dan memelukmu erat
Mencium ungkapan cinta kasihku

Betapa ku mencintaimu

Monday, October 27, 2008

k4n63n

hari itu hanyalah hari biasa
seperti hari-hari yang telah lewat

memang sih, ada aktivitas baru
seperti mengunjungi 'teman' tetapi rutin
namum,
saat lalu hal itu tidak dilakukan
ternyata...

seperti ada suatu hal yang hilang saja

bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan,
selain tidur dan baca

bohong jika tidak ada sesuatu
tetapi hati yang berbicara

antara gundah dan kangen
bingungmau seperti apa lagi
nothing else I could do
make a phone call?
send an sms

semua sudah dilakukan sampe bingung apa lagi yang harus dilakukan
kangen itu kata yang seharusnya dituliskan

jujur aku kangen denganmu
tak ada lagi yang aku bisa lakukan selain 'menikmati' rasa kangen ini
ingin rasa memeluk asa
membelai helai rambutmu
mencium keningmu
dan memelukmu

hanya untuk mengekspresikan rasa kangen itu
suatu rasa yang sulit untuk bisa dinyatakan dalam kata-kata
hanya dengan ekspresi wajah dan tingkah

i miss u honey

Saturday, October 25, 2008

hubungan

apa yang dicari dalam suatu hubungan pacaran.


Apakah seorang laki2 akan berhenti mengejar ketika sudah jadian?


adalah sifat seorang laki2 berburu,

begitu pula ketika 'berburu' seorang wanita.


'apakah kamu akan berhenti mengejar aku setelah jadian?'

pertanyaan itu diajukan oleh teman wanitaku.

saat itulah aku (baru) berpikir bahwa...

hubungan tidak hanya sekedar kejar mengejar utk mendapatkan hati dan cinta.


Hubungan berbicara mengenai usaha utk mencintai.

Usaha utk memberi bukan menerima

menghibur bukan dihibur....


Aku baru menyadari kalo

hubungan tdk hanya sekadar jadian atau tunangan dan bahkan perkawinan

tetapi...

lebih daripada itu.


Hubungan adalah suatu perjuangan akan memberi cinta pada pasangan...

perjuangan yang mana merupakan suatu kata aktif,

aktif untuk mengusahakan untuk membuat cinta dalam suatu hubungan

tetap terpelihara dengan baik.

Cinta memang utk dinikmati tetapi cinta itu untuk diusahakan

jadi jika ingin suatu hubungan itu langgeng,

usahakanlah!!!


thank you for your inspiration Afi

Saturday, October 18, 2008

cinta dan akal sehat

Cinta, sesuatu yang tidak bisa dimengerti, sudah pasti dengan akal sehat?
Ketika rindu itu meradang, seakan perasaaan itu akan consume u up.
Consume u up all off your natural mind, conscience

Rindu, benci bahkan semua perasaan itu menjadi satu wadah
Sesuatu yang disebut kesadaran
Itulah yang harus bisa menyadarkan akan tujuan kita

Jatuh cinta, esensinya adalah suatu perasaan yang memberikan suatu rasa
Rasa yang positif kepada tubuh sehingga timbul suatu excitement
membuat hidup lebih berenergi dan positif
semua itu harus dikendalikan oleh orang itu sendiri melalui good conscience
atau pengendalian diri

jika cinta itu menjadi berlebihan
melewati kadarnya, maka
segala sesuatu menjadi suatu yang akan consumed u up

kesadaran itu harus tetap ada
sebesar apapun cinta itu tetapi harus dalam kadar yang normal
normal disini bukan suatu yang harus dikatakan dalam standard
memang ada suatu standard yang harus ditetapkan
tetapi standard itu lebih kepada relativitas
standard secara umum mungkin sama
tetapi semua itu relatif terhadapa nilai dan norma yang ada di masyarakat
tetapi dalam penerapannya tergantung kepada pribadinya masing-masing
tidak bisa memaksakan standard seseorang kepada orang lain.
Tergantung kepada pribadi orang per orang.

cinta tetap menjadi suatu yang baik
jika semua terkendali dalam kesadaran yang baik

cinta memang buta
tetapi cinta itu tidak boleh membutakan

Wednesday, June 25, 2008

terus maju....

Kemarin saya bertemu dengan seorang teman.
Dia sebenarnya sedang sakit tetapi saya mau mengobrol saja
Saya suka mengobrol dengannya karena dia sering menyinggu ego dan sifat yang tidak baik dari saya.
Hahahaha....
Memang ketika berbicara dengannya saya seperti ‘ditelanjangin’
Saya seperti mendapat suatu hal yang baru yang membuat saya menjadi
‘saya yang lebih baik’

Perih, sakit, tersinggung, marah, kecewa dan bahkan bingung...
Bingung karena ‘kok bisa yah, gua kayak begitu’, atau
‘bodoh juga yah gua ini’
Kadang mentertawakan diri sendiri, kadang sedih, marah pokoknya campur aduk deh

Semua yang teman saya beritahukan kepada saya itu harus membawa diri saya kepada perbaikan jika tidak
Bisa jadi saya sebagai orang yang bertambah buruk....

Namun satu hal yang saya dapat dari pembicaraan kemarin, saya cenderung untuk melihat segala sesuatu dari kacamata saya sendiri dan hal itu tidak baik.
Sehingga sering kali saya mengatakan dalam diri saya sendiri kalau saya ini benar...
Gila sih... ternyata tidak hanya menggunakan pikiran, hati, dan perasaaan tetapi harus kombinasi dari semua itu dan sehingga lebih kepada seni.
Memang kita mempunyai hasil akhir, tujuan yang ingin kita capai tapi...
Hidup ini merupakan suatu sarana untuk belajar, belajar melalui pengalaman
Proses itu yang membuat seseorang itu menjadi lebih baik atau sebaliknya...
Ujian hidup itu tidak akan pernah berlalu sampai kita bisa ‘lulus’ dari ujian tersebut
Tak perduli kita mau lari ke mana saja... ujian itu akan tetap mengikuti sampai kita ‘lulus’

Tapi itulah hidup, selama kita mau belajar dan belajar meski lelah, cape atau bahkan muak tetapi itu semua harus dijalani

Ketika saya menyadari kalau saya tidak lebih baik. Berarti saya harus belajar untuk berubah dengan membuat suatu setting goal tetapi bukan hanya goal yang harus kita perhatikan. Proses itu yang membuat kita sampai kepada goal tersebut.